Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 19 April 2026 | PSS Sleman tengah berada di jalur yang dapat menorehkan satu rekor mencengangkan dalam sejarah Liga 2 2025. Jika klub asal DIY berhasil mengangkat trofi, mereka tidak hanya akan menjadi tim pertama dari wilayah tersebut yang menjuarai kompetisi, tetapi juga akan menyalip poin tertinggi yang pernah dicapai dalam satu musim Liga 2. Prestasi ini diprediksi akan menggoyang posisi PSIM Yogyakarta dan Persis Solo yang selama ini menjadi favorit dalam perebutan pamor di level menengah.
Pelatih Ansyari Lubis menegaskan bahwa kondisi tim sudah optimal menjelang laga krusial melawan Persiku Kudus pada pekan ke-25 Pegadaian Championship. “Cukup baik ya karena semua pemain komplit, antusiasme mereka untuk memenangkan pertandingan sangat tinggi,” ujar Ansyari. Ia menambahkan, pemain yang siap secara fisik dan taktis akan menjadi starter untuk mengamankan tiga poin penting.
Direktur Teknik PSS, Pieter Huistra, menilai persiapan mental tim cukup matang setelah kekalahan pada pertandingan sebelumnya. “Kami bermain lagi hari Senin. Pemain punya waktu untuk pemulihan dari pertandingan terakhir dan dari kekecewaan,” jelasnya. Haustra juga memberi penghormatan kepada Persiku Kudus, menyebut mereka sebagai tim yang semakin solid.
Suporter Brigata Curva Sud (BCS) terus menjadi energi tambahan bagi skuad. Pada Jumat sore, kelompok pendukung datang ke Lapangan Pakembinangun, Sleman, membentangkan banner besar dan menyanyikan chant sepanjang sesi latihan. Ansyari mengakui peran penting suporter dalam meningkatkan motivasi pemain.
Secara statistik, PSS saat ini menempati peringkat ketiga klasemen sementara dengan 49 poin, hanya satu poin di belakang Barito Putera dan dua poin di belakang pemuncak klasemen Persipura yang mengoleksi 50 poin. Jika PSS berhasil meraih kemenangan melawan Persiku, mereka akan menutup jarak dengan pemuncak dan berpeluang melampaui rekor poin tertinggi Liga 2, yang sebelumnya tercatat 48 poin oleh tim X pada musim 2022/2023.
| Tim | Poin Saat Ini | Target Poin Akhir Musim |
|---|---|---|
| PSS Sleman | 49 | 53+ |
| Barito Putera | 49 | 52 |
| Persipura | 50 | 52 |
Jika PSS mencetak 4 poin tambahan (misalnya menang dan mengamankan satu poin bonus), mereka akan mengakhiri musim dengan minimal 53 poin, melampaui rekor sebelumnya dan menciptakan catatan baru untuk tim yang baru pertama kali menjuarai Liga 2. Keberhasilan tersebut akan berdampak pada PSIM Yogyakarta dan Persis Solo, dua klub yang selama ini mengandalkan prestasi di level menengah untuk memperkuat basis suporter dan menarik sponsor.
PSIM Yogyakarta, yang berakhir di peringkat kelima pada musim lalu, kini menghadapi tekanan karena tidak lagi menjadi satu-satunya tim DIY yang menonjol. Sementara itu, Persis Solo yang mengincar promosi ke BRI Super League, harus bersaing dengan motivasi PSS yang semakin tinggi. Kedua klub diperkirakan akan menyesuaikan strategi transfer dan taktik pelatih untuk menutup kesenjangan prestasi.
Secara keseluruhan, pencapaian PSS Sleman tidak hanya akan menambah koleksi trofi klub, tetapi juga mengubah dinamika persaingan di Liga 2 2025. Rekor baru yang diusung oleh PSS akan menjadi tolak ukur baru bagi PSIM Yogyakarta dan Persis Solo dalam upaya mempertahankan atau meningkatkan pamor mereka di kancah sepak bola nasional.
Dengan dukungan penuh dari suporter, persiapan matang dari staf teknis, dan tekad kuat para pemain, PSS Sleman berada di ambang menciptakan sejarah. Semua mata kini tertuju pada laga penentu melawan Persiku Kudus, yang dapat menjadi batu loncatan bagi mereka menorehkan rekor mencengangkan dan menegaskan dominasi DIY di Liga 2.











