Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 10 Juni 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi berawan pada Rabu, 10 Juni 2026. Mulai dari Jakarta hingga Manokwari, cuaca berawan diprakirakan terjadi di beberapa kota besar di Indonesia.
BMKG juga mencatat bahwa telah terjadi sebanyak 167 kali gempa susulan pasca-gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Senin, 8 Juni 2026. Dua di antaranya dirasakan kuat oleh masyarakat, yaitu gempa berkekuatan M 6,7 dan M 5,1.
Gempa bumi ini memiliki parameter pemutakhiran dengan magnitudo M 5,1 dan episenter yang terletak pada koordinat 5,43° Lintang Utara dan 125,21° Bujur Timur. Gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.
Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah Indonesia segera menjangkau masyarakat yang terdampak gempa bumi besar di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan wilayah sekitar. Terutama warga yang mendiami pulau terluar di Kabupaten Sangihe yang terisolasi sebab kerusakan infrastruktur fasilitas umum usai gempa terjadi.
BMKG juga memprakirakan hujan ringan berpotensi turun di kota-kota besar di Indonesia, pada Selasa, 9 Juni 2026. Prakirawan cuaca BMKG Lintang Alya N mengatakan bahwa kota-kota besar yang diperkirakan mengalami hujan ringan yakni Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, dan Palangkaraya.
Untuk Indonesia bagian timur, perlu mewaspadai potensi hujan sedang di Manado. Selain itu, ada potensi cerah berawan, berawan, dan berawan tebal terdapat di Denpasar, Kupang, Makassar, Jayawijaya, dan Merauke, serta potensi asap atau berkabut di Kendari dan Mataram.
Kesimpulan, cuaca dan gempa di Indonesia perlu diwaspadai dan dipantau secara terus-menerus. BMKG dan pemerintah Indonesia perlu bekerja sama untuk memberikan informasi yang akurat dan cepat kepada masyarakat tentang cuaca dan gempa yang terjadi.











