Selebritis

5 Artis Mengungkap Keguguran Setelah Program Bayi Tabung, Kisah yang Bikin Haru

×

5 Artis Mengungkap Keguguran Setelah Program Bayi Tabung, Kisah yang Bikin Haru

Share this article
5 Artis Mengungkap Keguguran Setelah Program Bayi Tabung, Kisah yang Bikin Haru
5 Artis Mengungkap Keguguran Setelah Program Bayi Tabung, Kisah yang Bikin Haru

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 18 April 2026 | Fenomena keguguran setelah program bayi tabung kembali menjadi sorotan publik setelah lima artis ternama Indonesia secara terbuka membagikan pengalaman pribadi mereka. Meskipun berhasil melewati proses fertilisasi in vitro (IVF) yang kompleks, kelahiran yang diharapkan berakhir dengan keguguran, memicu perbincangan luas tentang tantangan medis dan emosional yang menyertai program tersebut.

Artis pertama yang mengungkapkan cerita ini adalah Acha Sinaga, aktris berusia 36 tahun yang sebelumnya mengungkapkan kondisi hidrosalpinx atau saluran tuba terpelintir. Setelah menjalani operasi laparoskopi untuk mengangkat tuba yang tak berfungsi, ia memutuskan melanjutkan program bayi tabung. Meskipun embrio berhasil menempel pada dinding rahim, Acha mengalami keguguran pada minggu ke-10 kehamilan. Ia menuturkan rasa kehilangan yang mendalam lewat unggahan Instagram, menekankan pentingnya dukungan suami dan keluarga dalam menghadapi masa sulit.

📖 Baca juga:
Drama Spekta 9 Indonesian Idol 2026: Kezi Stephanie Tersingkir, Rio Lahskart Dapat Empat Standing Ovation

Selanjutnya, penyanyi pop Bunga Citra Lestari (BCL) mengisahkan perjuangannya selama tiga tahun mencoba mengandung. Setelah serangkaian prosedur IVF yang menghasilkan tiga kali transfer embrio, BCL akhirnya berhasil hamil pada tahun 2025. Namun, pada usia kehamilan 12 minggu, ia mengalami keguguran spontan yang menyebabkan komplikasi ringan pada rahim. BCL menuturkan bahwa proses pemulihan mental memerlukan terapi konseling serta doa yang kuat.

Ayu Ting Ting, penyanyi dangdut yang dikenal dengan lagu “Sialan”, juga berbagi pengalaman serupa. Setelah menjalani IVF pada akhir 2024, Ayu berhasil mengandung dan merasakan denyut jantung janin pada USG pertama. Sayangnya, pada minggu ke-8, ia mengalami perdarahan berat yang berujung pada keguguran. Ayu mengakui bahwa trauma tersebut memengaruhi performanya di atas panggung dan memaksa ia mengambil cuti panjang untuk fokus pada kesehatan.

Pevita Pearce, aktris film drama, mengungkapkan bahwa ia dan suaminya sempat menghabiskan lebih dari satu setengah tahun dalam program bayi tabung. Pada Desember 2025, mereka menerima kabar gembira bahwa kehamilan berhasil. Namun, komplikasi preeklamsia muncul pada trimester kedua, memaksa dokter melakukan terminasi medis demi menyelamatkan kesehatan Pevita. Ia menekankan pentingnya monitoring intensif selama kehamilan hasil IVF, mengingat risiko komplikasi yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan alami.

Raline Shah, aktris dan model, menambahkan cerita ke lima artis yang berani berbagi. Setelah mengalami keguguran spontan pada kehamilan pertama hasil IVF, Raline menjalani prosedur tambahan yang melibatkan donor sel telur. Meskipun embrio berhasil menempel, keguguran kembali terjadi pada minggu ke-9. Raline menyatakan bahwa proses berulang kali menumbuhkan harapan sekaligus kekecewaan, dan ia kini aktif dalam komunitas pendukung perempuan yang mengalami infertilitas.

Kelima kisah ini menyoroti beberapa aspek penting dalam program bayi tabung di Indonesia. Secara statistik, tingkat keguguran pada kehamilan IVF berkisar antara 15-25 persen, lebih tinggi dibandingkan kehamilan alami. Faktor-faktor seperti kualitas embrio, kondisi rahim, serta komplikasi medis seperti hidrosalpinx atau preeklamsia berperan signifikan. Selain itu, tekanan psikologis yang dialami pasangan dapat memengaruhi hasil akhir, sehingga dukungan profesional seperti psikolog reproduksi semakin dibutuhkan.

Berbagai rumah sakit dan klinik fertilitas di tanah air kini menawarkan layanan komprehensif yang meliputi konseling pra-IVF, pemantauan hormon, serta program pasca-kehamilan yang terintegrasi. Dokter spesialis kebidanan menekankan bahwa keberhasilan program bayi tabung tidak hanya diukur dari angka kelahiran, melainkan juga dari kualitas dukungan emosional yang diberikan kepada pasangan.

Berikut rangkuman singkat mengenai kelima artis tersebut:

  • Acha Sinaga – Hidrosalpinx, keguguran pada minggu ke-10.
  • Bunga Citra Lestari – Keguguran pada minggu ke-12, komplikasi rahim ringan.
  • Ayu Ting Ting – Keguguran pada minggu ke-8, perdarahan berat.
  • Pevita Pearce – Terminasi medis karena preeklamsia pada trimester kedua.
  • Raline Shah – Keguguran berulang pada minggu ke-9, melibatkan donor sel telur.

Kesimpulannya, meski program bayi tabung menawarkan harapan bagi pasangan yang menghadapi infertilitas, realitas keguguran setelah program bayi tabung tetap menjadi tantangan besar yang memerlukan pendekatan medis yang teliti serta dukungan psikologis yang menyeluruh. Kisah-kisah haru dari lima artis tersebut menjadi pengingat bahwa di balik sorotan publik, terdapat perjuangan pribadi yang membutuhkan empati dan perhatian seluruh masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *