Politik

Netanyahu Perintahkan Serangan Lebih Dalam ke Lebanon Setelah Israel Rebut Kastil Beaufort

×

Netanyahu Perintahkan Serangan Lebih Dalam ke Lebanon Setelah Israel Rebut Kastil Beaufort

Share this article
Netanyahu Perintahkan Serangan Lebih Dalam ke Lebanon Setelah Israel Rebut Kastil Beaufort
Netanyahu Perintahkan Serangan Lebih Dalam ke Lebanon Setelah Israel Rebut Kastil Beaufort

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 01 Juni 2026 | Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah memerintahkan pasukan Israel untuk melancarkan serangan lebih dalam ke Lebanon dalam pertempuran melawan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran. Ini terjadi meskipun gencatan senjata telah diberlakukan selama lebih dari enam minggu.

Pertempuran di Lebanon telah menjadi konflik terbesar yang melibatkan perang Iran, dengan lebih dari 1,2 juta orang Lebanon terpaksa mengungsi karena serangan Israel dan perintah evakuasi sejak Hizbullah mulai menembakkan roket dan drone ke Israel pada 2 Maret untuk mendukung sekutu mereka, Iran.

📖 Baca juga:
Habib Aboe Bakar Meneteskan Air Mata Saat Minta Maaf atas Tuduhan Narkoba pada Ulama Madura

Netanyahu menyatakan bahwa pasukan Israel telah merebut kembali kastil Beaufort, sebuah benteng strategis di Lebanon selatan, setelah pertempuran sengit. Ia juga menegaskan bahwa Israel akan terus memperluas serangannya ke Lebanon.

Menurut sumber, lebih dari 3.370 orang telah tewas dalam pertempuran ini, dengan 24 tentara dan empat warga sipil Israel juga terbunuh. Selain itu, puluhan ribu warga Israel di utara negara itu telah terpaksa mengungsi karena serangan roket dan drone Hizbullah.

📖 Baca juga:
Profil dan Kekayaan Dody Hanggono, Menteri PU yang Diam-diam Lantik Mayjen Arnold jadi Dirjen SDA

Perdana Menteri Israel juga telah mengangkat Shmuel Ben-Ezra sebagai kepala baru Dewan Keamanan Nasional. Ben-Ezra memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam kepemimpinan keamanan negara dan pernah memimpin proyek pengembangan sistem pertahanan udara Arrow 3.

Konflik ini terus memanas, dengan Israel dan Hizbullah terlibat dalam pertempuran sengit. Pemerintah Lebanon telah meminta bantuan dari komunitas internasional untuk menghentikan kekerasan dan mencapai perdamaian yang langgeng.

📖 Baca juga:
Presiden Prabowo Subianto Terlibat Dalam Kasus Nadiem Makarim dan Mengundang Pejabat Ekonomi Era SBY

Dalam beberapa hari terakhir, pertempuran antara Israel dan Hizbullah semakin intensif, dengan kedua belah pihak saling menembakkan roket dan drone. Konflik ini telah menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan telah memaksa banyak warga sipil untuk mengungsi.

Perdamaian di Timur Tengah semakin jauh dari harapan, karena konflik antara Israel dan kelompok-kelompok militan terus berlanjut. Dunia internasional harus segera bertindak untuk menghentikan kekerasan dan mencapai solusi damai yang adil dan langgeng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *