Pendidikan

Hasil TKA SD dan SMP 2026: Ketimpangan Nilai Matematika dan Bahasa Indonesia

×

Hasil TKA SD dan SMP 2026: Ketimpangan Nilai Matematika dan Bahasa Indonesia

Share this article
Hasil TKA SD dan SMP 2026: Ketimpangan Nilai Matematika dan Bahasa Indonesia
Hasil TKA SD dan SMP 2026: Ketimpangan Nilai Matematika dan Bahasa Indonesia

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 28 Mei 2026 | Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah merilis daftar rerata nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) per provinsi untuk jenjang SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat, khusus untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Rerata nilai TKA mapel Bahasa Indonesia secara nasional untuk jenjang SD adalah 60,14, sedangkan untuk jenjang SMP rerata nilai secara nasional yakni 60,83. Provinsi DI Yogyakarta mendapat nilai TKA mapel Bahasa Indonesia tertinggi, dengan masing-masing 75,14 (SD) dan 73,74 (SMP).

📖 Baca juga:
Guru Honorer Tidak Dilarang Mengajar pada 2027, Pemerintah Pastikan Kepastian Hukum dan Keadilan

Di sisi lain, provinsi dengan nilai rerata TKA mapel Bahasa Indonesia terendah adalah Maluku Utara untuk jenjang SD dengan nilai 46,41 dan Papua Pegunungan pada jenjang SMP dengan nilai 47,11. Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Rahmawati menyatakan bahwa data ini bukanlah ranking nilai TKA berdasarkan provinsi, melainkan diurutkan berdasarkan kode provinsi yang ada di sistem pendataan TKA.

Hasil TKA ini menunjukkan ketimpangan yang mengejutkan antara kemampuan literasi dan numerasi siswa. Nilai rata-rata nasional mata pelajaran Matematika terpuruk di angka 43,41 untuk SD dan hanya 40,34 untuk SMP, jauh di bawah nilai Bahasa Indonesia yang berhasil menembus angka 60.

📖 Baca juga:
SPMB Jakarta 2026: Penerimaan Murid Baru yang Transparan dan Inklusif

Hal ini menandakan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa di Indonesia. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) perlu memperhatikan hal ini dan mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

TKA bukan sekadar hasil akhir, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun pendidikan yang bermutu untuk semua, dengan memberikan informasi yang lebih objektif mengenai kemampuan akademik peserta didik. Dengan demikian, diharapkan bahwa hasil TKA ini dapat menjadi acuan untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

📖 Baca juga:
Prabowo Selamatkan Hari Pendidikan Nasional 2026 dengan Semangat Kolaborasi Nasional

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil TKA ini adalah bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Namun, dengan memperhatikan hasil TKA dan mengambil langkah-langkah strategis, diharapkan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia dapat ditingkatkan dan menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *