Selebritis

Clara Shinta Maafkan Suami, Namun Tetap Tegas Jaga Harga Diri dan Hak Anak

×

Clara Shinta Maafkan Suami, Namun Tetap Tegas Jaga Harga Diri dan Hak Anak

Share this article
Clara Shinta Maafkan Suami, Namun Tetap Tegas Jaga Harga Diri dan Hak Anak
Clara Shinta Maafkan Suami, Namun Tetap Tegas Jaga Harga Diri dan Hak Anak

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 18 April 2026 | JAKARTA – Penyanyi sekaligus pengusaha kosmetik Clara Shinta resmi mengumumkan bahwa ia telah memaafkan suaminya, Muhammad Alexander (juga dikenal sebagai Denny Goestaf), setelah terungkap video call sex (VCS) yang menimbulkan kekecewaan mendalam. Meskipun memaafkan, Clara menegaskan bahwa ia tidak akan mengorbankan harga dirinya dan tetap menuntut hak-hak anaknya secara hukum.

Pengakuan Clara muncul pada konferensi pers di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Kamis, 16 April 2026. Ia menjelaskan bahwa penemuan VCS membuatnya mengalami trauma berat, disertai gejala fisik seperti jantung berdebar dan rasa cemas yang muncul setiap suaminya hendak pergi. “Setiap kali dia mau pergi, saya langsung deg‑degan. Itu bukan sekadar rasa cemas sesaat, melainkan trauma yang terus mengganggu, terutama di malam hari,” ujar Clara.

📖 Baca juga:
Polisi Bongkar Jaringan Senjata Ilegal Ki Bedil: Harga Sampai Rp 20 Juta per Unit

Trauma tersebut mendorongnya untuk mencari bantuan psikolog. Clara mengaku hampir mengunjungi psikolog, namun karena latar belakangnya di bidang psikologi, ia merasa belum mampu menyembuhkan luka tersebut secara mandiri. “Saya masih bisa menenangkan diri, tapi mentalnya sangat terguncang. Rasanya seperti retak karena kehadiran perempuan lain,” tambahnya.

Seiring dengan proses pemulihan, Clara juga mengambil langkah hukum. Ia telah melayangkan gugatan cerai di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, dengan menekankan bahwa ia tidak menuntut harta gono‑gini karena masing‑masing memiliki aset terpisah. Fokus utama gugatan adalah penetapan nafkah pokok untuk anak, khususnya biaya pendidikan.

Di KPAI, Clara menekankan pentingnya menjamin hak anak meski ia berusaha melindungi privasi keluarga. “Saya tidak ingin membicarakan detail masalah internal di depan media karena itu bisa memengaruhi psikologis anak. Namun, saya tetap harus memastikan ayahnya bertanggung jawab atas kewajiban nafkah,” katanya.

📖 Baca juga:
Polisi Ungkap Alasan Jaga Kantor Pemenang Tender Motor Listrik MBG, Siapkan Rencana Aksi Keamanan

Berikut poin‑poin utama yang disampaikan Clara dalam pernyataannya:

  • Pengajuan gugatan cerai telah diajukan secara resmi di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
  • Penetapan jadwal pertemuan anak dengan ayahnya harus disertai kesepakatan tertulis.
  • Ayah wajib memberikan nafkah pokok, termasuk uang sekolah, demi masa depan anak.
  • Clara menolak menuntut harta bersama, fokus pada kesejahteraan anak.

Selain menuntut hak finansial, Clara juga menyoroti fenomena pria yang mengabaikan tanggung jawab nafkah. Ia mengkritik sikap “miris” banyak pria yang tidak memberikan dukungan finansial kepada anaknya, sekaligus menekankan peran ayah sebagai role model.

Kasus VCS yang melibatkan Denny Goestaf (nama lain suami Clara) pertama kali muncul ketika video tersebut beredar di media sosial pada awal April 2026. Clara menyatakan bahwa ia telah memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan intim dengan suaminya setelah insiden tersebut, namun tetap memberi ruang untuk perbaikan secara emosional.

📖 Baca juga:
Komisi Percepatan Reformasi Polri Siap Serahkan Laporan, Namun Presiden Prabowo Subianto Belum Luangkan Waktu

Para pengamat menilai bahwa langkah Clara untuk tetap menjaga harga diri sambil mengampuni suami mencerminkan pendekatan yang seimbang antara kepentingan pribadi dan kepentingan anak. “Pengampunan tidak harus berarti penyerahan hak. Clara menunjukkan bahwa ia dapat memaafkan, namun tetap menuntut keadilan bagi anaknya,” ujar seorang pakar hukum keluarga.

Dengan dukungan kuasa hukum Sunan Kalijaga, proses perceraian diperkirakan akan berjalan selama beberapa bulan ke depan. Sementara itu, Clara terus fokus pada pemulihan mentalnya dan mengatur pola asuh yang stabil bagi anaknya, termasuk menetapkan jadwal kunjungan ayah yang terstruktur.

Kasus ini menjadi sorotan publik tidak hanya karena skandal VCS, melainkan juga karena Clara menegaskan bahwa pengampunan tidak menghilangkan hak atas harga diri dan perlindungan anak. Keputusan Clara dapat menjadi contoh bagi pasangan lain yang menghadapi perselingkuhan digital, sekaligus mengingatkan pentingnya peran lembaga perlindungan anak dalam menyelesaikan konflik keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *