OLAHRAGA

Klasemen Akhir Serie A: Como Cetak Sejarah dan Degradasi Cremonese

×

Klasemen Akhir Serie A: Como Cetak Sejarah dan Degradasi Cremonese

Share this article
Klasemen Akhir Serie A: Como Cetak Sejarah dan Degradasi Cremonese
Klasemen Akhir Serie A: Como Cetak Sejarah dan Degradasi Cremonese

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 25 Mei 2026 | Musim Serie A 2025/26 telah berakhir dengan drama panas pada giornata terakhir. AS Roma dan Como 1907 berhasil mengamankan tiket Liga Champions bersama Inter Milan dan Napoli. Como mencetak sejarah dengan lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya setelah menaklukkan Cremonese 4-1, yang sekaligus membuat tim Emil Audero terdegradasi.

AC Milan dan Juventus gagal finis empat besar akibat hasil buruk di laga pamungkas, sehingga keduanya harus puas tampil di Liga Europa musim depan. Roma membungkam Verona 2-0 dan menentukan nasibnya sendiri, tanpa dipengaruhi hasil dari klub di bawahnya.

📖 Baca juga:
Laga Sengit: Real Madrid vs Sevilla, Kemenangan Tipis dan Kontroversi

Como mengukir sejarah untuk pertama kalinya lolos ke Liga Champions. Tiket itu didapat setelah melibas Cremonese 4-1, sekaligus membuat Audero dan kawan-kawan terdegradasi. Como bisa lolos dengan mulus berkat AC Milan dan Juventus yang justru terpeleset. Milan ditekuk Cagliari di San Siro, sedangkan Juventus di tahan Torino dengan skor 2-2.

Kegagalan Milan dan Juventus membuat skenario gila tidak terjadi. Sebab, karena Serie A menerapkan sistem head to head, ada potensi mereka dibuat menjadi klasemen mini jika semuanya mengoleksi 71 poin. Berikut klasemen akhir Serie A musim 2025/26.

Milan dan Juventus akan bermain di Liga Europa, sementara Atalanta menjadi lolos ke Liga Konferensi. Napoli mengakhiri musim di posisi kedua klasemen, terpaut 11 poin dari juara Serie A, Inter Milan.

Keberhasilan Como yang dimiliki Grup Djarum asal Indonesia merupakan salah satu cerita terbesar di sepak bola Italia musim ini. Klub yang berada dalam asuhan presiden Mirwan Suwarso tersebut belum pernah tampil di kompetisi Eropa sepanjang sejarah mereka.

Pada 2019, Como masih bermain di kasta ketiga sepak bola Italia sebelum diakuisisi grup Djarum. Hanya tujuh tahun berselang, mereka memastikan tempat di Liga Champions. Kemenangan atas Cremonese menutup perjalanan luar biasa Como musim ini sekaligus membuat lawan mereka terdegradasi ke Serie B.

📖 Baca juga:
Michael Olise Bikin Geger: Dari Bayern Hingga Sorotan Deschamps, Siapa Bintang Baru Les Bleus?

Di sisi lain, Roma mengakhiri penantian panjang untuk kembali ke Liga Champions sejak terakhir tampil pada musim 2018-2019. Gol-gol Donyell Malen dan Stephan El Shaarawy memastikan kemenangan Roma di kandang Verona.

Berbeda dengan Como, Milan justru mengalami penurunan drastis di penghujung kompetisi. Rossoneri sebenarnya memulai laga dengan baik setelah Alexis Saelemaekers mencetak gol cepat pada menit kedua. Namun, dua gol balasan dari Gennaro Borrelli dan Juan Rodriguez membuat Milan keluar dari posisi empat besar.

Kekalahan tersebut memperpanjang performa buruk Milan yang hanya meraih 10 poin dari 10 pertandingan terakhir Serie A. Para suporter Milan juga melancarkan protes keras terhadap pemilik klub RedBird sepanjang pertandingan.

Milan akhirnya harus finis di posisi keenam klasemen dan tampil di kompetisi Eropa level kedua musim depan. Sementara itu, Juventus harus puas tampil di Liga Europa setelah gagal menembus empat besar.

Di Naples, Antonio Conte menjalani laga perpisahan bersama Napoli saat menang 1-0 atas Udinese. Gol tunggal Napoli dicetak Rasmus Hojlund yang menutup musim debutnya di Italia dengan 16 gol.

📖 Baca juga:
Drama Menegangkan Shabab Al Ahli Gapai Final ACL, Sandy Walsh Jadi Pionir Indonesia

Conte disebut akan meninggalkan Napoli pada akhir musim dan dikaitkan dengan kursi pelatih tim nasional Italia. Usai pertandingan, Conte melakukan putaran kehormatan di stadion untuk menyapa suporter Napoli.

Napoli mengakhiri musim di posisi kedua klasemen, terpaut 11 poin dari juara Serie A, Inter Milan. AC Milan dan Juventus kini menghadapi tekanan besar untuk melakukan pembenahan menyeluruh.

Perubahan pada struktur klub, manajemen olahraga, dan komposisi skuad diperkirakan menjadi agenda utama jelang musim baru. Dengan demikian, Serie A musim 2025/26 telah berakhir dengan berbagai kejutan dan drama yang menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *