Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 25 Mei 2026 | Perusahaan otomotif asal China, BYD, terus memperluas ekspansinya di Eropa dengan strategi baru. Salah satu strategi yang digunakan adalah dengan memanfaatkan fasilitas produksi milik perusahaan lain yang sedang menganggur. BYD sedang dalam tahap negosiasi untuk mengambil alih sebagian dari pabrik Volkswagen di Jerman, yang dikenal dengan sebutan “Transparent Factory” atau Gläserne Manufaktur.
Strategi ini bertujuan untuk menghindari kebijakan pajak impor Uni Eropa yang meningkat, serta memperoleh label kualitas “Made in Germany” yang prestisius. BYD juga membidik fasilitas milik Stellantis di Italia untuk mempercepat ekspansi produksi mandiri tanpa melalui skema usaha patungan.
BYD juga telah meluncurkan model terbaru dari Atto 3, yang dilengkapi dengan teknologi flash charging dan baterai baru. Model ini akan dijual di China dengan harga yang relatif murah, yaitu sekitar $25.000 hingga $31.000. Selain itu, BYD juga sedang menguji coba model terbaru dari Atto 2, yang dilengkapi dengan teknologi bantuan berkendara yang lebih canggih.
BYD juga telah mengklaim bahwa sistem bantuan berkendara mereka mampu menekan tingkat kecelakaan berat hingga seperenam. Wakil presiden senior BYD Group, Yang Dongsheng, mengungkapkan bahwa sistem bantuan berkendara mereka telah digunakan pada lebih dari 60 model kendaraan dan hampir 3 juta kendaraan.
BYD juga telah memperkenalkan acara Tech-Culture Fest, yang diselenggarakan secara independen dan tidak terafiliasi dengan kepentingan organisasi mana pun. Acara ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan dan informatif bagi para peserta dan pengunjung.
Dalam beberapa bulan terakhir, BYD telah membuat kemajuan yang signifikan dalam ekspansinya di Eropa. Dengan strategi baru dan teknologi yang lebih canggih, BYD siap untuk bersaing dengan perusahaan otomotif lainnya di pasar Eropa.
Kesimpulan, BYD terus memperluas ekspansinya di Eropa dengan strategi baru dan teknologi yang lebih canggih. Dengan memanfaatkan fasilitas produksi milik perusahaan lain dan meluncurkan model terbaru, BYD siap untuk bersaing dengan perusahaan otomotif lainnya di pasar Eropa.











