Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 22 Mei 2026 | Hari Keanekaragaman Hayati Internasional diperingati setiap tanggal 22 Mei untuk mengenang adopsi Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD) di Nairobi, Kenya, pada 1992. Momen ini menjadi tonggak kesadaran global bahwa keanekaragaman hayati bukan hanya soal alam, tetapi fondasi kehidupan manusia, mulai dari oksigen, pangan, obat-obatan, hingga pengaturan iklim.
Sejarah Hari Keanekaragaman Hayati Internasional dimulai dengan kesadaran bahwa aktivitas manusia, seperti deforestasi, perubahan iklim, polusi, dan overeksploitasi, mempercepat kepunahan spesies ribuan kali lebih cepat daripada alami. Laju ini memicu PBB untuk bertindak, membentuk kelompok kerja ahli di bawah UNEP pada 1988 untuk merancang konvensi internasional yang akhirnya menghasilkan Convention on Biological Diversity (CBD) atau Konvensi Keanekaragaman Hayati.
Masalah ini bukan hanya persoalan ekologis, tetapi juga sosial, ekonomi, dan kesehatan manusia, termasuk munculnya penyakit zoonosis akibat kerusakan habitat. Negosiasi intensif berlangsung hingga 22 Mei 1992, ketika teks CBD disepakati di Nairobi, lalu dibuka untuk penandatanganan pada Earth Summit di Rio de Janeiro, 5 Juni 1992.
CBD memiliki tiga tujuan utama: konservasi keanekaragaman hayati, pemanfaatan komponennya secara berkelanjutan, dan pembagian manfaat dari sumber daya genetik secara adil. Konvensi mulai berlaku pada 29 Desember 1993 setelah diratifikasi oleh 30 negara.
Awalnya, Hari Keanekaragaman Hayati Internasional diperingati setiap 29 Desember, namun pada Desember 2000, Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 22 Mei agar lebih mudah dirayakan secara global dengan berbagai kegiatan edukasi, seminar, kampanye, dan aksi konservasi.
Selain Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, tanggal 22 Mei juga diperingati sebagai Hari Ibu Coco Internasional, Hari Paloma Sedunia, Hari Gotik Sedunia, dan Hari Preeklamsia Sedunia. Setiap peringatan memiliki makna dan tujuan yang unik, namun semuanya berkaitan dengan isu-isu penting yang mempengaruhi kehidupan manusia dan lingkungan.
Di Indonesia, peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional juga memiliki makna yang penting, karena negara ini merupakan salah satu negara megabiodiversitas dengan lebih dari 17.000 pulau, ribuan spesies endemik, dan hutan tropis yang menjadi paru-paru dunia. Pemerintah Indonesia telah meratifikasi CBD dan mengembangkan kebijakan nasional untuk konservasi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.
Dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, berbagai kegiatan edukasi, konservasi, dan kampanye dilakukan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keanekaragaman hayati dan peran yang dapat dilakukan oleh setiap individu untuk melestarikannya.
Kesimpulan, Hari Keanekaragaman Hayati Internasional pada 22 Mei merupakan momentum penting untuk mengingatkan kita tentang pentingnya keanekaragaman hayati dan peran kita dalam melestarikannya. Dengan memahami makna dan tujuan peringatan ini, kita dapat berkontribusi pada upaya konservasi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan, tidak hanya untuk kepentingan lingkungan, tetapi juga untuk kehidupan manusia dan generasi mendatang.











